Memahami cara kerja nutrisi penting ini untuk membantu sendi tetap nyaman dan berfungsi dengan baik
Omega-3 adalah kelompok lemak tak jenuh yang ditemukan secara alami dalam berbagai makanan, terutama ikan laut dalam. Jenis yang paling banyak diteliti manfaatnya untuk sendi adalah EPA dan DHA, yang keduanya terdapat dalam minyak ikan.
Ada juga ALA (alpha-linolenic acid) yang berasal dari tumbuhan seperti biji rami dan kenari. Namun, tubuh manusia hanya bisa mengubah sebagian kecil ALA menjadi EPA dan DHA, sehingga sumber langsung dari ikan atau suplemen seringkali lebih efisien.
Penelitian selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa konsumsi EPA dan DHA secara rutin dapat membantu tubuh mengelola peradangan dengan cara yang lebih seimbang — sesuatu yang sangat relevan bagi kesehatan sendi.
Ketika tubuh mencerna EPA dan DHA, keduanya masuk ke dalam membran sel dan memengaruhi cara sel berkomunikasi satu sama lain. Proses ini berperan dalam mengatur respons peradangan — termasuk yang terjadi di dalam sendi.
Secara sederhana, Omega-3 membantu tubuh menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat menenangkan peradangan, dan mengurangi produksi senyawa yang justru memperparah peradangan. Ini adalah proses alami yang tidak bersifat instan.
Itulah mengapa konsistensi sangat penting. Manfaat Omega-3 bersifat kumulatif — semakin rutin dikonsumsi, semakin stabil kondisinya dalam tubuh dan semakin terasa hasilnya pada kenyamanan sendi.
Manfaat Omega-3 terasa paling jelas setelah 4–6 bulan konsumsi rutin, bukan dalam hitungan minggu pertama.
Penyerapan Omega-3 jauh lebih baik ketika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak sehat.
Yang terpenting bukan total berat kapsul, tapi jumlah EPA + DHA per sajian. Cari yang mencantumkan angka ini dengan jelas.